Kembali ke Berita informasi
Mengenal Benign Prostatic Hyperplasia (BPH): Gejala, Penyebab, dan Penanganannya
31 Jul 2026
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah pembesaran kelenjar prostat jinak pada pria seiring bertambahnya usia yang dapat mengganggu saluran kemih.

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak adalah kondisi medis yang semakin umum terjadi pada pria seiring bertambahnya usia. Kondisi ini ditandai dengan membesarnya kelenjar prostat yang terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra (saluran penyalur urine dan sperma).
Ketika prostat membesar, saluran uretra dapat tertekan sehingga menghambat aliran urine. Meskipun BPH tidak bersifat kanker, gejalanya dapat menyerupai gangguan lain yang lebih serius, termasuk kanker prostat.
Gejala Umum BPH
Gejala BPH biasanya berkembang secara perlahan dan bervariasi pada setiap individu. Beberapa gejala yang sering dialami pasien meliputi:
- Sulit memulai buang air kecil atau harus mengejan
- Aliran urine lemah dan terputus-putus (kencing berhenti-henti)
- Tiba-tiba merasa ingin buang air kecil dan sering berkemih, terutama di malam hari (nocturia)
- Kebocoran urine secara tidak sengaja (inkontinensia urine)
- Infeksi saluran kemih, urine berdarah, hingga ketidakmampuan buang air kecil sama sekali
Perlu diketahui bahwa ukuran pembesaran prostat tidak selalu berbanding lurus dengan keparahan gejala. Beberapa orang dengan prostat sedikit membesar dapat mengalami gejala parah, sedangkan orang dengan prostat sangat besar bisa jadi hanya merasakan gejala ringan.
Penyebab dan Faktor Risiko
Kondisi BPH sangat umum dialami oleh pria berusia di atas 50 tahun dan dianggap sebagai bagian dari proses penuaan. Perubahan hormon seks pria seiring bertambahnya usia serta riwayat keluarga dengan gangguan prostat menjadi faktor risiko utama.
Metode Diagnosis BPH
Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik (termasuk pemeriksaan rektal) dan menanyakan riwayat medis pasien. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain:
- Urinalisis: Pemeriksaan sampel urine untuk mendeteksi darah atau infeksi bakteri.
- Tes Urodinamik: Mengukur tekanan kandung kemih saat buang air kecil.
- Tes PSA (Prostate-Specific Antigen): Tes darah untuk mendeteksi potensi kanker prostat.
- Sisa Pasca Berkemih (Post-Void Residual): Mengukur volume urine yang tersisa di kandung kemih setelah berkemih.
- Sistoskopi: Pemeriksaan dalam uretra dan kandung kemih menggunakan alat khusus berlampu.
Pengobatan dan Penanganan BPH
Penanganan BPH disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala. Langkah awal meliputi modifikasi gaya hidup dan pemberian obat-obatan resep dokter.
Namun, jika keluhan memburuk atau jaringan prostat menyumbat saluran uretra, dokter spesialis urologi dapat merekomendasikan prosedur operasi, seperti Transurethral Resection of the Prostate (TURP), Transurethral Incision of the Prostate (TUIP), maupun elektrovaporisasi transuretral.
Konsultasi Spesialis Urologi RSU Pindad Turen
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami keluhan saluran kemih seperti gejala di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi secara dini.
RSU Pindad Turen menyediakan layanan konsultasi medis profesional bersama Dokter Spesialis Urologi untuk membantu diagnosis akurat dan penanganan yang tepat.
Layanan & Informasi RSU Pindad Turen
- Pusat Informasi: (0341) 827-295
- Layanan WhatsApp (Call Center): 0821-3343-7792
- Humas & Marketing: 0813-1237-9053 / 0812-5228-7507
- Website Resmi: rsupindadturen.com
- Alamat: Jl. Semeru No. 1, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65175